Jumat, 12 Agustus 2016

On Rainy Day

Title : On Rainy Days
Author : Cherry Love
Genre : Romance
Cast : Ayuzawa Hikari (OC)
Nakamoto Yuta (NCT)
Ishikawa Reika (OC)
Rating : manula :’v
Theme Song : Seven Oops - Orange


Setiap orang pasti pernah merasakan Cinta, dimana mereka dapat mencintai dan dicintai oleh orang yang mereka kasihi. Aku..belum pernah merasakannya, mencintai seseorang dan dicintai seseorang. Dan Aku benar-benar penasaran tentang perasaan itu, bertatapan, jatuh cinta, berkencan, melakukan hal-hal yang indah. Telah lama aku menunggu perasaan itu datang, tapi bahkan ketika aku telah masuk Universitas, aku tetap tidak mendapatkan perasaan itu.
Namun, semuanya berubah di hari itu, hari ketika hujan turun di sore hari...
“Ah, kenapa tiba-tiba turun hujan” gerutu seorang gadis pada dirinya sendiri. Ia adalah Ayuzawa Hikari, mahasiswi tingkat 1 di Universitas Yonsei. Saat ini ia tengah berteduh di bangunan depan Universitasnya. Diapun mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, berharap menemukan seseorang yang ia kenal membawa sebuah payung sehingga ia bisa menumpang sampai ke luar Universitas dan ia bisa menaiki taksi. Tapi, ia tidak menemukan seorangpun, sampai matanya terpaku akan seseorang yang tengah berdiri di lapangan.
“Kenapa dia berdiri disitu ketika hujan tengah turun dengan derasnya?” gumamnya.
Tanpa sadar, ia telah cukup lama memperhatikan orang itu dan pada akhirnya kedua mata merekapun, bertemu..
Ketika ia sadar, ia segera memalingkan wajahnya. Merasakan debaran yang membuncah di dadanya. Ia memegang dada kirinya perlahan, merasakan degupan jantungnya yang berdetak begitu cepat.
‘Nani..kore? kenapa perasaanku seperti ini? Soshite..kenapa udaranya terasa panas?’ batinnya.
Iapun melihat ke arah orang itu lagi, tapi kali ini ada seorang gadis yang berdiri di depannya. Pria itu tersenyum tipis.
‘Gome’ lirihnya. Sedetik kemudian ia menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
‘Kenapa dadaku terasa sakit melihat itu?’
***
Apakah kata menyakitkan cukup untuk menggambarkan perasaanku saat ini? Ketika aku telah mendapatkan perasaan yang bernama cinta, saat itu juga aku mendapatkan perasaan yang bernama luka. Tapi perasaanku yang pertama ini, tidak akan berubah, perasaan untuk mencintai dirinya dalam kebisuanku. Kebahagiaanku adalah dia, dan kebahagiaannya adalah gadis itu. Jadi, aku akan tetap merasa bahagia jika ia bersama gadis itu, meskipun balasannya adalah hatiku yang penuh dengan luka goresan. Aku hanya dapat melihatnya dari kejauhan, tidak ada tempat bagi kami untuk terhubung menjadi dekat. Jadi, biarkan saja aku mencintai seperti ini.
“Hikari-san, kau tidak pulang?” ucap seorang gadis bernama Mayu pada Hikari.
“Kau duluan saja, aku akan pergi ke suatu tempat sebentar”
“Baiklah, kalau begitu sampai jumpa” Mayupun berlari meninggalkan Hikari sembari melambaikan tangannya. Hikaripun hanya tersenyum melihat tingkah temannya.
“Baiklah,,sekarang aku harus bisa memberikan hadiah ini pada Yuta senpai” ucapnya. Sudah berkali-kali ia pergi ke lapangan basket untuk memberikan hadiah pada Yuta, tapi karena banyaknya gadis yang mengerubungi /? Yuta, ia selalu mengurungkan niatnya. Iapun kemudian pergi dari tempat itu, dan tanpa sengaja ia berpapasan dengan seseorang.
‘Bukankah, itu Ishikawa-san?’ batinnya.
“Yuta-kun!” panggil Ishikawa membuat Hikari menolehkan kepalanya.
“Ah, Reika-chan apa kau telah lama menunggu?” terlihat Yuta sedang berlari kecil menghampiri Reika dengan senyumannya yang begitu indah, senyuman yang hanya ia perlihatkan pada Reika, kekasihnya.
“Tidak juga, kelasku baru saja selesai”
“Benarkah? Lalu, bagaimana jika kita makan ice cream?”
“Haii” ‘Kenapa harus bermesraan di depanku?’ batin Hikari. Saat ini ia tengah menahan air mata yang akan keluar dari pelupuk matanya. Kemudian ia pergi dari tempat itu.
***
“Hikari-chan, apa kau akan menemui Nakamoto-san lagi?” tanya Miyu ketika mereka telah menyelesaikan kelas hari ini.
“Hai” “Berhentilah, kau tidak mungkin mendapatkannya, Ishikawa-san ga Nakamoto-san, cinta mereka begitu kuat dan aku pikir bagaimanapun mereka tidak akan terpisahkan. Hubungan merekapun telah berlangsung selama 4 tahun lamanya.
“A..arimasen. aku hanya menyukainya saja, aku sadar aku tidak akan pernah bisa memilikinya” Hikaripun tersenyum pilu.
“Hikari-chan”
“Eto..aku harus segera pergi, jadi sampai jumpa”
‘Hari ini aku akan benar-benar memberikan hadiah ini, mungkin saja ini yang terakhir kalinya sebelum aku menyerah pada perasaanku’ Perlahan Hikaripun menghampiri Yuta yang tengah dikelilingi oleh para gadis. Ia berusaha masuk dalam gerombolan mahasiswi itu sampai akhirnya dia berhasil berhadapan dengan Nakamoto Yuta. Untuk sesaat ia merasakan jantungnya akan meledak, ia terpaku dengan sosok pria tampan yang kini tengah berada dihadapannya.
‘Kawaii’ batinnya.
“Na..Nakamoto-san, ini_” belum sempat ia melanjutkan perkataannya ia telah di dorong oleh gerombolan mahasiswi itu sehingga membuatnya terjatuh. Hikaripun meringis kesakitan, tapi tanpa disangka sebuah tangan muncul di depannya. Iapun menelusuri pemilik tangan itu, sehingga matanya kini membulat karena terkejut. Iapun dengan perlahan menggapai tangan itu.
“Daijoubu?” tanya Yuta.
“Hai” balas Hikari cepat. Tiba-tiba Yuta mendekatkan wajahnya ke telinga Hikari.
“Watashi o machimasu” bisik Yuta membuat jantungnya kini berdebar dengan begitu cepat.
‘Aku akan menunggumu’
***
Sudah hampir 2 jam Hikari menunggu di gedung depan Universitas, tapi orang yang ditunggu belum juga datang. Ia masih setia menunggu, ia yakin bahwa pendengarannya tidak salah, Yuta menyuruhnya untuk menunggunya. Ia terus saja berkutat dengan pikirannya, sampai sebuah tangan menyentuh pundaknya.
“Gome, kau telah menunggu begitu lama. Banyak yang aku urus”
“Nani mo nai” balas Hikari dengan senyum canggung.
“Eto, aku ingin memberimu hadiah ini”
“Ah, arigatou” Yutapun mengambil hadiah itu. Setelah itu merekapun terdiam untuk beberapa detik, sampai akhirnya Yuta angkat bicara.
“Kau ingin pulang bersama?” ajak Yuta membuat Hikari merasakan kebahagiaan yang sangat besar tumbuh dihatinya.
“Emm” Hikari mengangguk senang.
“Pertama kali aku melihatmu ketika turun hujan, kau mengingatkukan?” tanya Yuta.
“Hai” “Sejujurnya aku begitu malu, karena ada seseorang yang melihatku seperti itu”
“Aku juga selalu melihatmu datang ke lapangan, kemudian pergi. Jadi kupikir, kau ingin mengatakan sesuatu padaku”
“Eto..Nakamoto-san, watashi wa..daisuki desu” ucap Hikari cepat. Yuta yang mendengarnya hanya tersenyum melihat tingkah dan wajah Hikari yang saat ini tengah memerah.
“Nona, siapa namamu?” ucap Yuta lembut membuat Hikari kini menjadi semakin gugup.
“Ayuzawa..Hikari”
Seperti langit setelah hujan turun, seperti membersihkan hati seseorang Aku ingat senyummu, selalu terbayang di pikiran ku Aku tidak bisa menahan senyuman, Pastinya, seperti kami di hari itu, Seperti anak kecil yang tidak bersalah Kami berlari melalui musim yang terus berganti, melihat masing masing hari esok. Setiap kali aku sendirian dan mulai merasa tidak nyaman Disaat malam aku tidak bisa tidur Aku hanya ingin kita terus berbicara.. Aku ingin tahu apa yang akan kau lihat disana Apakah sama dengan apa yang kulihat disini Aku akan coba mempercayakan air mataku pada kota ini, Dimana matahari terbenam mewarnai segalanya menjadi orange Sebuah cinta lahir diantara berjuta cahaya Bahkan jika kau tidak pernah berubah, bahkan jika kau telah berubah Kamu adalah dirimu, jadi aku tak perlu khawatir Suatu hari kita berdua akan tumbuh dewasa, dan bertemu orang-orang hebat Disaat itu, aku berharap kita bisa membawa keluarga yang tak tergantikan, Dan bertemu lagi disini..
Song : Seven Oops – Orange
Sebelumnya, aku berfikir bahwa cinta yang kumiliki untuknya adalah sia-sia. Cinta yang selama ini kuharapkan, berujung pada luka yang begitu dalam. Aku ingin menyerah pada perasaan ini, menyerah untuk mencintainya. Namun, semakin lama aku menyukainya, aku sadar bahwa perasaanku padanya adalah hal yang nyata yang tak dapat dengan mudah kuhilangkan, dan akupun sadar Cinta yang kumiliki juga begitu indah, melihatnya tersenyum bahagia begitu indah. Cinta bukan bagaimana kau mendapatkannya, tapi bagaimana kau merasakan perasaan cinta itu sendiri.
FIN

1 komentar: